Aneka Makanan Khas Palembang Selain Pempek

Bicara tentang makanan khas Palembang, biasanya Pempek adalah nama yang pertama kali terpikirkan.

Ya, siapa yang tidak kenal dengan makanan olahan ikan, tepung, dan sagu yang bikin nagih ini? Biasanya, Pempek disajikan dengan cuko kental yang menjadikan rasanya semakin nikmat.

Namun selain Pempek, Palembang juga memiliki daftar nama makanan khas lain yang layak untuk kamu coba. Berikut ini adalah beberapa makanan khas Palembang selain Pempek:

Tekwan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by 🇮🇩 jenny sumarjo (@jennynovembria) on

Makanan khas Palembang satu ini dibuat dengan bahan yang sama dengan Pempek. Akan tetapi, cara pembuatan dan bentuk Tekwan tentu saja berbeda dengan Pempek. Tekwan dibuat dalam bentuk bulat kecil-kecil seperti bakso ikan.

Selanjutnya, Tekwan disajikan dengan kuah kaldu udang yang membuat rasanya semakin mantap dan gurih. Jangan lupakan juga taburan seledri, bawang goreng, dan daun bawang.

Terakhir, tambahkan juga bihun, potongan bengkoang, dan jamur kuping dalam kuah Tekwan untuk menambahkan keseruan menikmati Tekwan.

Tekwan paling enak disajikan pada saat hangat sambil bercengkrama dengan orang-orang terdekat.

Laksan

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tenggiri giling (@hantha.fish) on

Sekilas, Laksan memiliki kemiripan dengan Pempek Lenjer yang sudah diiris.

Akan tetapi, Laksan dan Pempek Lenjer berbeda dalam penyajiannya. Pempek Lenjer biasanya disajikan bersama dengan cuko. Namun, Laksan disajikan bersama dengan kuah santan.

Mungkin kamu akan teringat dengan lontong sayur saat menikmati makanan khas Palembang satu ini.

Hidangan Pempek Lenjer yang dipotong pipih dan disajikan bersama dengan kuah santan memang menjadikan Laksan terlihat mirip dengan lontong sayur. Hanya saja, Laksan tidak disajikan dengan menggunakan lontong.

Waktu terbaik untuk menikmati Laksan adalah pagi hari.

Pindang Patin

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Blogger Halal Food Influencer (@rikaekawati) on

Kalau kamu suka pedas, harus coba makanan khas Palembang satu ini. Rasa Pindang Patin yang gurih dan pedas akan membuat selera makan kamu meningkat.

Selain Pempek, Pindang Patin juga merupakan salah satu makanan khas Palembang yang sudah banyak dikenal.

Tentu saja untuk membuat Pindang Patin, kamu akan membutuhkan ikan Patin. Selanjutnya, ikan Patin ini diolah bersama dengan bumbu-bumbu lainnya. Seperti cabe merah, cabe rawit, bawang putih, bawang merah, nanas, dan bumbu lainnya.

Pindang Patin paling enak dinikmati bersama dengan nasi hangat.

Kalau suka, kamu juga bisa menambahkan sambal tempoyak atau sambal mangga agar semakin pedas dan nikmat.

Selain Pindang Patin, Palembang juga memiliki makanan khas pindang lainnya, yaitu Pindang Tulang.

Perbedaan antara Pindang Patin dan Pindang Tulang adalah bahan dasar yang digunakan. Jika Pindang Patin menggunakan ikan patin sebagai bahan dasar, maka Pindang Tulang menggunakan iga sapi sebagai bahan dasar.

Rasa nikmat dari Pindang Tulang ini juga sangat layak untuk kamu cicipi.

Mie Celor

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Food Photography & Foodstyling (@elizasetiawan) on

Sudah pernah mencoba Mie Celor? Mie Celor merupakan sajian mie bersama dengan kuah santan kental yang dicampur dengan kaldu udang dan berbagai sayuran, misalnya toge atau sayuran lainnya sesuai dengan selera kamu.

Secara arti, Mie Celor juga bisa diartikan sebagai mie celup. Karena penyajian Mie Celor biasanya bersama dengan kuah kaldu santan yang kental.

Salah satu keunikan dari Mie Celor adalah sajian mie-nya yang berbentuk tebal. Kurang lebih seperti mie untuk udon.

Kenikmatan Mie Celor ada pada kuah kentalnya dan memiliki rasa yang sangat gurih. Belum lagi jika ditambah dengan tauge dan telur rebus. Beberapa orang juga ada yang menambahkan rebusan kepala udang besar untuk meningkatkan rasa gurih dari kuah mie celor ini.

Martabak Palembang

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Yuli avinanda (@yuliavinanda) on

Sekilas, martabak khas Palembang ini memang mirip dengan martabak telor biasanya. Hanya saja, pada Martabak Palembang, hanya bagian paling luar saja yang dibalut oleh kulit martabak.

Selain itu, cara penyajian Martabak Palembang juga berbeda dengan martabak pada umumnya.

Biasanya, Martabak Palembang ini disajikan bersama dengan kuah kental kaya rempah yang khas. Kuah ini juga dilengkapi dengan potongan kentang dan daging, sehingga rasanya jadi begitu mantap dan gurih.

Tempoyak

 

View this post on Instagram

 

A post shared by rechef_dule (@rechef_dule) on

Makanan olahan khas Palembang satu ini bisa dibilang cukup unik karena dibuat dengan menggunakan daging buah durian.

Meski begitu, Tempoyak diolah sebagaimana makanan pada umumnya. Rasanya juga gurih dan pedas sehingga nikmat dimakan sebagai makanan atau lauk.

Tempoyak diolah dengan cara ditumis dan diisi dengan cabai dan bawang. Tekstur Tempoyak yang seperti sambal enak dimakan bersama dengan pindang ikan patin atau makanan lainnya.

Rasa tempoyak yang gurih dan enak menjadikan makan menjadi lebih menyenangkan.

Lenggang

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Dela Karim (@delavalent) on

Lenggang adalah salah satu makanan khas Palembang yang dibuat dengan mengolah ikan bersama dengan telur yang dikocok lebih dulu.

Selanjutnya, olahan ini kemudian diletakkan di atas daun pisang dan dipanggang.

Aroma khas dari daun pisang yang dipanggang membuat lenggang semakin menggugah selera makan kamu. Sehingga, suasana makan juga jadi lebih terasa lezat dan gurih.

Kue Maksuba

 

View this post on Instagram

 

A post shared by DAPUR BUNDA RAYYA OFFICIAL (@bundarayyanew) on

Selain makanan, Palembang juga memiliki kue khas. Salah satunya adalah Kue Maksuba. Kue ini dibuat dengan bahan dasar telur bebek dan susu kental manis.

Untuk membuat satu porsi Kue Maksuba bisa membutuhkan sampai dengan 28 butir telur. Selanjutnya, telur ini diolah dan dibuat menjadi adonan yang mirip dengan adonan kue lapis.

Rasa Kue Maksuba ini manis, enak, dan legit. Dari rasa pun Kue Maksuba memang memiliki kemiripan dengan kue lapis. Hanya saja, secara tekstur, Kue Maksuba memiliki tekstur dan rasa yang sedikit berbeda dengan Kue Lapis.

Pada umumnya, Kue Maksuba hanya disajikan pada momen-momen istimewa. Misalnya pada saat hari raya atau pada saat acara penghormatan.

Kue Delapan Jam

 

View this post on Instagram

 

A post shared by KUE PALEMBANG, PEMPEK,HANTARAN (@kueberkatyakin) on

Kue khas Palembang ini memiliki nama yang memang cukup unik. Nama Kue Delapan Jam ini diambil dari lama proses pembuatan kue ini yang mencapai waktu delapan jam.

Secara bahan pembuat, Kue Delapan Jam memiliki komposisi adonan yang hampir mirip dengan Kue Maksuba. Perbedaan antara Kue Delapan Jam dengan Kue Maksuba ada di proses pembuatannya.

Kue Maksuba dibuat dengan cara dipanggang, sedangkan Kue Delapan Jam dibuat dengan cara dikukus selama delapan jam. Kue Delapan Jam juga biasa disajikan pada saat hari raya dan hari-hari khusus di Palembang.


Nah, itulah beberapa makanan khas Palembang yang perlu kamu ketahui.

Selain makanan khas Palembang yang sudah disebutkan di atas, Palembang juga memiliki berbagai makanan khas lainnya. Misalnya seperti Celimpungan, Burgo, Lakso, Sate Sapi Cucuk Manis, Bakmi Babi, dan lain – lain.

Kalau kamu datang ke Palembang, tidak ada salahnya untuk mencicipi berbagai makanan khas Palembang tersebut.

Selain di Palembang, sekarang juga sudah banyak orang yang menjual makanan khas Palembang dengan rasa yang tidak kalah enak dengan aslinya. Sehingga kamu bisa mencicipi makanan khas Palembang tersebut tanpa harus pergi langsung ke Palembang.

Leave a Comment